PRAMUKA SMPIT TBZ
Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

RIVA, SANG PRATAMA YANG GAGAH

  • Tuesday, February 28, 2012
  • Admin


  • Siaaaaap… Grak…!!!. Demikian aba-aba panjang yang dilantangkan oleh pemimpin upacara pada pembukaan KEMNAS 2 Pramuka SIT di Bumi Perkemahan Cibubur pagi itu. Riva Aprilliana Fauzan, Pramuka penggalang gagah yang sudah memiliki 11 buah TKK (Tanda Kecakapan Khusus) di selempangnya itu ternyata berasal dari Gugus Depan Sekolah Islam Terpadu Thariq Bin Ziyad Bekasi Jawa Barat. Siswa kelas 8E RSBI SMPIT Thariq Bin Ziyad itu terpiih dan dipercaya menjadi Pratama (Pemimpin Regu Utama) setelah melewati seleksi yang dilakukan oleh KorNas Pramuka SIT untuk memimpin upacara pembukaan dan penutupan KEMNAS 2 Pramuka SIT. Ucapan selamat dan jabat tangan dari Ka.Kwarnas beserta petinggi Pramuka SIT menjadi motivasi tersendiri bagi sang Pratama.


    Sebuah kebanggaan bagi Gugus Depan 06.215-06.216 Pangkalan Thariq Bin Ziyad bisa mengantarkan salah satu anak didiknya berprestasi dengan menjadi pemimpin upacara di tingkat nasional. Karena prestasi bukan hanya diukur dari kemenangan dalam sebuah lomba namun prestasi juga bisa diukur dari keberhasilan penanaman nilai dan karakter yang tercermin dalam sikap dan perilaku peserta didik. Mungkin demikian salah satu sudut pandang tentang prestasi yang tercermin pada Riva sang Pratama.

    Siswa yang lahir di Bandung 19 April 1998 dari pasangan Yana Mulyana dan Nina Herlina ini memang belum pernah diikutsertakan dalam lomba-lomba yang bersifat akademis walaupun dikelasnya selalu meraih peringkat 3 besar. Namun pengalaman dan semangat untuk senantiasa belajar dan berlatih memupuk karakternya. Kak Adi, Pembina Pramuka SMPIT TBZ pernah bilang, “Lomba dan kemenangan itu bukan tujuan tapi untuk mengukur keberhasilan latihan kita. Pembentukan karakter lebih penting karena menjadi basic core dari Pramuka”. Oleh karenanya lomba adalah salah satu sarana diantara banyak sarana termasuk berlatih dan menggali sebanyak mungkin pengalaman. Itu pula yang dialami siswa yang memiliki motto “Be your self” ini. Pengalamannya mengikuti kegiatan dan proses pembinaan di Pramuka SIT telah membentuk dirinya. Sebut saja serentetan pengalamannya yang sesungguhnya juga merupakan sebuah prestasi :
    -          Kelas RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional)
    -          LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa)
    -          English Outing Program di Kampung Inggris Pare – Kediri
    -          Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) Pramuka SMPIT TBZ di Gunung Bunder
    -          LKTM (Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah) OSIS-Pramuka-PMR
    -          TSO (Thariq Student Outbound) di Curug Panjang, Mega Mendung – Bogor
    -          Jambore Nasional IX Pramuka di Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan
    -          Gladian Nasional Pramuka SIT di Pusdiklatnas Pramuka, Cibubur
    -          Perkemahan Internasional (PRINT) 2011 di Hutan Lipur Ulu Bendul, Kuala Pilah – Malaysia
    -          Wisata IPTEK Pramuka SIT di Kuala Lumpur, Malaysia
    -          Kemah Nasional Pramuka SIT di Bumi Pekemahan Cibubur

    Pramuka telah memotivasi semangatnya. Kemandirian, kedisiplinan dan kemampuan leadership adalah sebagian manfaat yang menurutnya sudah ia rasakan. Dimata sang kakak, Reza Aprilliana Fauzi, Riva adalah adik sekaligus sahabat baginya. Dimana ada Riva selalu ada Reza karena memang mereka saudara kembar. Reza sang kakak yang bercita-cita menjadi drummer ini memang memiliki hobi yang berbeda dengan Riva, namun mereka sama-sama memiliki semangat yang sama di Pramuka. Pramuka telah memupuk kekompakkan dua saudara kembar ini.

    Selain menjadi Pratama di KEMNAS 2 Pramuka SIT, Riva adalah Pratama di pasukan putra Pramuka SMPIT TBZ dan juga ketua kelas di kelasnya. Menurut sahabatnya yang akrab dipanggil Kidut, “Riva itu orangnya tegas, disiplin, sabar dan murah senyum”. Mungkin itu juga yang membuat teman-temannya mempercayakan dan memberikan amanah kepemimpinan di pundak siswa yang hobi berenang ini. Pratama yang bercita-cita menjadi pengusaha ini diwaktu senggangnya juga menyalurkan kegemaran memasaknya, Zupa Soup adalah masakan favoritnya. TKK memasak pun telah ia sandang sebagai de jure keahliannya memasak.

    Bukan hanya itu, TKK khotib/kultum tingkat purwa telah melatih dirinya untuk bisa memberikan taushiyah didepan orang banyak. Olah karena itu ketika diamanahkan untuk memberikan kuliah Shubuh mewakili kontingen Indonesia dihadapan seluruh peserta Perkemahan Internasional (PRINT) 2011 di Malaysia ia langsung menyatakan siap. Dan itupun merupakan sebuah prestasi yang patut dibanggakan.


    Sebagai “anak thariq”, Riva telah membuktikan pada kita semua bahkan pada teman-teman dari Malaysia dan Thailand bahwa predikat Shaleh dan Cerdas telah mulai melekat pada dirinya. Siswa yang tengah menyelesaikan hafalan Juz 29nya ini tetap tampil sederhana dalam kesehariannya. Prestasi dan pengalaman yang dilaluinya telah membentuk jiwanya makin matang, tidak sesederhana penampilannya.

    Menjadi Pratama (pemimpin regu utama) memang bukanlah tujuan atau puncak dari kesuksesan dan kepemimpinan di Pramuka. Namun ia merupakan salah satu proses pembentukan karekter dan kepribadian. Akan terus lahir pratama-pratama berkualitas di Pramuka TBZ sebagai calon-calon pemimpin dimasa mendatang. (SS)

    MENELADANI KEPEMIMPINAN BAPAK PANDU SEDUNIA

  • Wednesday, February 22, 2012
  • Admin
  • (REFLEKSI HARI LAHIR BAPAK PANDU SEDUNIA BADEN POWELL 22 FEBRUARI 1857)

    Sejarah kepanduan nasional atau lebih dikenal dengan Gerakan Pramuka tidak lepas dari sosok Lord Robert Stevenson Smyth Baden Powel of Gilwell yang merupakan penggagas gerakan kepanduan dunia. Baden Powell dilahirkan di London 22 Februari 1857 adalah seorang tentara Angkatan Darat Inggris yang memulai karirnya sebagai pasukan Hussars ke 13 di India. Sejak itu Baden Powell menunjukkan prestasi yang baik sehingga beberapa wilayah yang pernah menjadi daerah tugas kemiliterannya cukup sukses. Seperti di daerah Afganistan, di wilayah Zulu, Afrika Selatan dan pedalaman Ashanti, bagian negara Ghana, Afrika. Dari pengalaman itu Baden Powell menerbitkan sebuah buku berjudul “Aids To Scouting”. Buku tersebut merupakan kumpulan cerita pengalamannya selama menjalankan tugas sebagai tentara dengan tujuan memberikan petunjuk kepada tentara muda Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidikan (investigasi kemiliteran) dengan baik.

    Mr. William Smyth seorang pemimpin Boys Brigade (tentara muda) di Inggris menilai buku yang ditulis Baden Powell sangat menarik. Ia kemudian meminta agar Baden Powell bersedia melatih anggotanya. Ketika itu Baden Powell pun langsung menerima tawaran Mr. William Smyth. Dua puluh satu pemuda dikumpulkan dari kesatuan Boys Brigade yang berada diberbagai wilayah di Inggris untuk melakukan perkemahan dalam rangka pelatihan di Pulau Brown Sea yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli – 02 Agustus 1907. Perkemahan di Pulau Brown Sea tersebut menjadi cikal bakal kepanduan dunia dan menjadi kegiatan kepanduan pertama di dunia dalam catatan sejarah.

    Di tahun berikutnya Baden Powell berupaya menyebarluaskan organisasi kepanduan ke seluruh dunia dengan cara menerbitkan buku berjudul “Scouting For Boys”. Melalui buku tersebut organisasi kepanduan mulai menyebar dan diterima dengan baik di beberapa negara dunia dibuktikan dengan didirikannya organisasi kepanduan di negara tersebut. Hingga pada puncaknya organisasi kepanduan telah menyebar ke seluruh dunia dengan berbagai tingkatan, yakin CUB yang diartikan sebagai “Anak Srigala” setara dengan golongan siaga (7-10 tahun), Scout Boys setara dengan golongan penggalang (11-15 tahun), Rovers Scout setara dengan golongan Penegak (16-20 tahun) Gerakan Pramuka serta mendirikan pula Girl Guides yang merupakan organisasi kepanduan putri dunia.

    Penyebaran organisasi kepanduan di seluruh dunia cukup cepat. Di Indonesia, organisasi kepanduan diperkenalkan oleh Bangsa Belanda pada tahun 1912. Organisasi kepanduan bentukan negara Belanda tersebut bernama “Nederland-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV)” yang sebelumnya bernama “Nederlandse Padvinders Organisatie (NPO)”. Sementara organisasi kepanduan pertama yang dibentuk oleh bangsa Indonesia adalah “Javanese Padvinders Organisatie (JPO) atas prakarsa S.P Mangkunegara VII pada tahun 1916.

    Organisasi kepanduan begitu diterima dengan baik oleh bangsa Indonesia karena mengedepankan nilai-nilai pergerakan nasional, persatuan dan kesatuan serta patriotisme. Hal tersebut menjadi dasar menjamurnya organisasi kepanduan nasional baik bernafas kebangsaan maupun agama, sehingga mendorong Presiden Soekarno pada saat itu untuk melebur organisasi kepanduan menjadi Gerakan Pramuka akibat dikhawatirkan terjadinya pergolakan politik nasional.


    Kepemimpinan Baden Powell

    Dalam AD/ART serta Undang-undang No 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, peran Gerakan Pramuka dituntut memberikan hasil nyata secara konkret sebagai organisasi yang berorientasi dalam mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial dan fisiknya untuk menjadikan generasi muda Indonesia lebih baik. Pemuda bangsa sedapat mungkin disulap menjadi seorang pemimpin yang diharapkan kelak menjadi pioner masa depan bangsa.

    Istilah “scout today leader tomorrow” yang sering didengungkan dalam Gerakan Pramuka bukan hanya menjadi ungkapan seremoni, namun memiliki roh akan sebuah cita-cita untuk membentuk manusia-manusia yang mampu memimpin. Seperti yang telah dilakukan oleh Baden Powell di masa perang boer ketika berhasil mengalahkan Kerajaan Zulu dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu dan pengalaman Baden Powell terkepung bangsa Boer di Kota Mafeking selama 127 hari dalam kondisi kekurangan makanan.

    Kepemimpinan seperti yang dicontohkan Baden Powell menjadi suatu barang mahal untuk diimplementasikan di tengah globalisasi saat ini. Pun Gerakan Pramuka telah menyadari hal tersebut. Kader Gerakan Pramuka di seluruh nusantara mengalami krisis kepemimpinan yang paling subtansi yakni kepemimpinan akan diri sendiri (Self Leadershif) dalam menghalau arus deras globalisasi dan permasalahan pemuda saat ini, seperti seks bebas, narkoba, tawuran dan perilaku amoral lainnnya.

    Melihat fenomena tersebut tidak salah jika program revitalisasi Gerakan Pramuka pun digelorakan sebagai upaya membenahi sistem pengaderan Gerakan Pramuka yang memiliki cita-cita luhur dalam membentuk kepribadian bangsa yang kokoh. Fenomena ini telah digambarkan dengan jelas oleh Baden Powell bahwa seorang pemuda memiliki labilitas yang cukup tinggi sehingga perlu dibentengi dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat (Yang dimaksud Baden Powell adalah Kegiatan Kepanduan.)

    Buku Rovering To Success karangan Baden Powell yang terbit pada tahun 1922 dengan gamblang “memperingatkan” pemuda (pramuka penegak) dalam mencapai kehidupan yang bahagia harus berhasil mengalahkan karang-karang berbahaya. Karang yang dimaksud Baden Powell yakni, 1. Karang perjudian; 2. Karang wanita;. 3. Karang mementingkan diri sendiri; 4. Karang mengorbankan orang lain (munafik); 5. Karang tak bertuhan (atheis)

    Pengendalian karang tersebut adalah salah satu kunci keberhasilan kepemimpinan Baden Powell yang sepatutnya menjadi teladan bagi setiap anggota pramuka dan masyarakat. Sikap yang ditunjukkan menjadi contoh untuk ditiru mulai dari perilaku, tuturkata dan prestasi, sehingga pramuka kemudian dapat menjawab tantangan kehidupan yang penuh dinamika dalam mewujudkan cita-cita Baden Powel dan Gerakan Pramuka.

    Seorang pemerhati Gerakan Pramuka Sulsel mengatakan bahwa Prestasi tertinggi dan paling utama di dalam Gerakan Pramuka adalah ketika karakter orang dewasa (Pramuka) dan karakter peserta didik (Pramuka) berubah dari yang tidak baik menjadi lebih baik (imperatacylindrica, 2012). Semoga Bapak Pandu sedunia dapat menjadi teladan yang baik. Happy Baden Powell Days!

    Ditulis Di Makassar 22 Februari 2012 pukul 00.30

    *Penulis Adalah Mahasiswa Psikologi UNM, Anggota UKM Pramuka UNM

    Teknik Packing Ransel (Carrier)

  • Tuesday, February 14, 2012
  • Admin
  • Teknik packing ransel (carrier) saat mendaki gunung maupun kegiatan out bond lainnya sangat diperlukan sehingga barang-barang yang kita bawa dapat kita bawa dengan ringkas, efisien, rapi. Packing biasa disebut juga dengan pengepakan.
    Packing merupakan cara atau teknik menyusun perlengkapan dalam ransel (carrier). Dengan packing (pengepakan) yang baik ransel akan mampu memuat peralatan dengan efisien namun tetap terasa nyaman dikenakan saat perjalanan.




    Teknik packing yang benar membuat ransel (carrier) muat banyak tapi tidak memberatkan

    Oleh para penggiat kegiatan alam bebas (pecinta alam) packing telah dianggap sebagai salah satu ‘seni’ tersendiri. Sehingga teknik menyusun barang dalam ransel ini sangat tergantung pada keahlian dan kebiasaan masing-masing.





    Prinsip-prinsip packing carrier yang harus diperhatikan antara lain:

    * Masukkan matras dalam ransel.
    Sebagian orang memang lebih menyukai menempatkan matras tidur di luar carrier (ransel). Namun dengan meletakkan matras melingkar di dalam carrier bentuk ransel akan lebih tegak dan lebih mudah saat melakukan packing (meyusun) ataupun mengambil barang dari dalam ransel.

    * Letakkan barang terberat di paling atas
    Dengan meletakkan barang-barang yang berat di bagian atas, beban terberat ransel akan jatuh di pundak. Jika tidak, berat badan akan membebani pinggul sehingga kaki kurang bebas bergerak dan cepat merasa lelah.

    * Berat seimbang antara kiri dan kanan
    Saat melakukan packing, letakkan barang sehingga beban antara bagian kiri dan kanan ransel seimbang. Beban yang tidak seimbang akan mengganggu keseimbangan tubuh apalagi mengingat jalur pendakian yang biasanya melalui medan-medan yang sulit.

    * Maksimalkan ruang-ruang yang ada.
    Barang-barang yang berlubang bagian dalamnya seperti nasting (panci serba guna) jangan dibiarkan kosong tetapi isilah dengan barang-barang lain semisal beras, telur dll.

    * Urutkan barang sesuai waktu penggunaanya
    Barang-barang yang akan segera dipakai letakkan dibagian atas saat packing. Dan sebaliknya, barang yang kemungkinan dipakai belakangan dibagian bawah.

    * Pisah barang yang sewaktu-waktu diperlukan
    Ponco (jas hujan), PPPK dan obat-obatan adalah barang yang sewaktu-waktu diperlukan dalam perjalanan. Saat melakukan packing barang-barang ini dapat diletakkan di bagian atas ransel atau pada kantong-kantong di luar ransel sehingga saat membutuhkan dapat mengambilnya dengan cepat.

    * Masukkan ke kantong plastik
    Sebelum di packing dalam ransel kelompokkan dan masukkan barang-barang ke dalam kantong plastik yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur atau pakaian cadangan, kertas kertas, buku, dll.

    * Lindungi benda mudah pecah
    Benda mudah pecah seperti telur sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah yang kuat.

    * Hindari menggantung benda di luar ransel
    Matras ataupun benda lainnya sebaiknya jangan diletakkan di luar ransel. Menggantungkan benda di luar ransel selain kurang rapi juga beresiko tersangkut semak atau sejenisnya sehingga akan mengganggu perjalanan

    * Bawalah tas tambahan
    Bila memungkinkan bawalah tas tambahan semisal tas kecil yang bisa dikenakan di paha. Tas ini bisa untuk mewadahi barang-barang yang sering dikeluarmasukkan semacam kamera saku, obat-obatan, dll.



    Para pecinta alam biasa menyebut teknik pengepakan (packing) ini sebagai seni. Karena itu, teknik packing ransel atau carrier akan sangat tergantung pada selera dan keahlian masing-masing. Namun prinsip utama dari packing adalah menyusun barang dengan efisien, rapi tanpa harus merepotkan selama perjalanan.
  • Tuesday, February 7, 2012
  • Admin

  • ARTI KIASAN LAMBANG

    • Warna merah dan putih, bertuliskan Pramuka Sekolah Islam Terpadu (pada bagian atas) Indonesia (pada bagian bawah) : melambangkan semangat perjuangan dan keberanian dalam kebenaran nan suci, cinta tanah air Indonesia sebagai NKRI yang tertanam dalam sanubari setiap anggota Pramuka Sekolah Islam terpadu
    • Dua buah Tunas kelapa berwarna biru : melambangkan pramuka sejati yang bercita-cita luhur dalam keseimbangan nilai-nilai dunia dan akhirat
    • Bintang : melambangkan bahwa Allah SWT merupakan Cita-cita tertinggi yang menjadi tujuan utama
      Pita kuning bertuliskan “Bersiap siagalah” : melambangkan semboyan yang mewarnai setiap gerak langkah Pramuka SIT untuk senantiasa “Bersiap siaga” - “Be Prepare”
    • Tali tambang tidak terputus berwarna coklat diberi warna hijau ditengahnya : melambangkan Ikatan persaudaraan dan persatuan yang universal yang terus bersemi dalam jiwa 
    • Goresan-goresan lingkaran berwarna kuning melintasi dua buah tunas kelapa : merupakan bagian dari logo Jaringan Sekolah Islam Terpadu yang menjadi wadah dari Pramuka SIT
    • Perisai : melambangkan jiwa patriot yang Disiplin dalam waktu dan amal, agar senantiasa menjadi terlindung dari sikap malas sehingga tak mengenal lelah


    MAKNA LAMBANG SECARA KESELURUHAN

    • PRAMUKA SEKOLAH ISLAM TERPADU dengan semangat perjuangan dan keberanian dalam kebenaran nan suci, bercita-cita luhur dalam keseimbangan nilai-nilai dunia dan akhirat dengan berlandaskan Allah SWT sebagai Cita-cita tertinggi yang menjadi tujuan utama, akan senantiasa menjunjung Ikatan persaudaraan dan persatuan yang universal yang terus bersemi dalam jiwa dengan jiwa patriot yang Disiplin dalam waktu dan amal, tak kenal lelah dan senantiasa “Bersiap siaga” menjadi garda terdepan keutuhan tanah air, bangsa dan negara Indonesia.

    PRINT '11 - Malaysia

  • Wednesday, January 25, 2012
  • PRAMUKA TBZ
  • Wisata IPTEK

  • PRAMUKA TBZ
  • Gladian Nasional Pramuka SIT

  • PRAMUKA TBZ
  • Rafting Yuk...

  • Tuesday, January 24, 2012
  • PRAMUKA TBZ
  • TBZ di KEMNAS 2 PRAMUKA SIT

  • Monday, January 16, 2012
  • PRAMUKA TBZ

  • BERITA DARI JURNAL JAMBORE
    (Jurnal Jambore merupakan media sosial berbentuk grup yang dikelola oleh para aktifis dan pemerhati Pramuka yang peduli terhadap perkembangan kePramukaan. Admin-nya mendapatkan bintang darma bakti dari presiden karena dianggap berhasil mengelola media sosial ini kearah yang baik).
    Bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, Kamis pagi 12 Januari 2012 Kak Azrul Azwar selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka membuka secara resmi kegiatan Satuan Komunitas (SAKO) PRAMUKA SIT dalam “Perkemahan Ukhuwah Nasional (KEMNAS) 2 Pramuka Sekolah Islam Terpadu”. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 5000 peserta Penggalang dan Penegak dari sekitar 400-an Sekolah Islam Terpadu yang tersebar di seluruh Indonesia. Disamping itu diikuti pula oleh peserta dari KRS (Kadet Remaja Sekolah) Malaysia dan Luk Sua (Anak Harimau) Thailand. Upacara pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta KEMNAS 2 Pramuka SIT diawali dengan Tilawah Al-Quran yang ditasmi’ oleh penggalang SD yang telah menghafal 12 juz, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD ’45 dan Dasa Darma. Dalam kata sambutannya Kak Azrul menyambut baik kegiatan yang diadakan oleh SAKO Pramuka SIT dan berharap diikuti oleh SAKO-SAKO yang lain. Yang menarik adalah upacara pembukaan ditandai dengan peluncuran Roket Air, Panahan dan aksi Robot yang pandai semaphore. Kegiatan tersebut mengundang decak kagum Ka.Kwarnas karena menurut beliau hal tersebut (Pramuka IPTEK) sedang digarap oleh Kwartir Nasional namun sudah terlebih dahulu dilaksanakan oleh SAKO Pramuka SIT. Upacara ditutup dengan defile seluruh peserta melewati panggung kehormatan diiringi Mars Pramuka SIT yang dipandu langsung oleh Justice Voice.

    RIVA, SANG PRATAMA YANG GAGAH
    Siaaaaap… Grak…!!!. Demikian aba-aba panjang yang dilantangkan oleh pemimpin upacara pada pembukaan KEMNAS 2 Pramuka SIT di Bumi Perkemahan Cibubur pagi itu. Riva Aprilliana Fauzan, Pramuka penggalang gagah yang sudah memiliki 9 buah TKK (Tanda Kecakapan Khusus) di selempangnya itu ternyata berasal dari Gugus Depan Sekolah Islam Terpadu Thariq Bin Ziyad Bekasi Jawa Barat. Siswa kelas 8E RSBI SMPIT Thariq Bin Ziyad itu terpiih dan dipercaya menjadi Pratama (Pemimpin Regu Utama) setelah melewati seleksi yang dilakukan oleh KorNas Pramuka SIT untuk memimpin upacara pembukaan dan penutupan KEMNAS 2. Ucapan selamat dan jabat tangan dari Ka.Kwarnas beserta petinggi Pramuka SIT menjadi motivasi tersendiri bagi sang Pratama. Riva yang merupakan salah satu siswa berprestasi ini juga pernah berkesempatan bertugas memberikan kuliah Shubuh mewakili kontingen Indonesia didepan para peserta Perkemahan Internasional 2011 di Malaysia Desember lalu.

    GUGUS DEPAN PRAMUKA SIT TBZ
    Gugus Depan 06.215-06.216 Pangkalan Thariq Bin Ziyad pada KEMNAS 2 ini mengirimkan 10 regu penggalang terdiri dari 2 regu putra & 2 regu putri SDIT TBZ PHP, 1 regu putra & 1 regu putri SDIT TBZ JTM, 2 regu putra & 1 regu putri SMPIT TBZ, serta tidak ketinggalan 1 regu putra SMPIT TBZ Boarding School. Gugus Depan (Gudep) TBZ sesungguhnya memiliki potensi untuk berprestasi karena para pembinanya telah mengikuti KMD (Kursus Mahir Dasar) dan KML (Kursus Mahir Lanjutan) Tingkat Nasional di Pusdiklatnas Pramuka. Gudep yang hampir lengkap dari tingkat siaga sampai penegak (menunggu adanya Pramuka Penegak) ini sudah saatnya merapikan dan merapatkan barisan melalui Musyawarah Gugus Depan (Mugus) yang sedianya segera dilaksanakan. Karena Pramuka merupakan salah satu sarana tebaik dalam membangun Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (PBKB) yang sekarang ini sedang digalakkan oleh Kemendikbud. Demikian pula sebagaimana tema KEMNAS 2 yaitu “Bersama Pramuka SIT Bangun Karakter Bangsa” yang merupakan “Bukti Cinta Padamu Negeri, Membangun Karakter Bangsa” seperti tertera di kaos KEMNAS 2 Pramuka SIT.
    Di even berskala nasional ini Pramuka SIT TBZ sudah mampu bersaing dengan Pramuka SIT lain yakni dengan meraih Juara 2 LKBB (Lomba Keterampilan Baris Berbaris) Penggalang SMP tingkat kelurahan dengan selisih poin yang cukup tipis. Walau tidak berhasil masuk final namun sudah merupakan kebanggaan tersendiri bagi para peserta LKBB mengingat waktu latihan baru dimulai sepulang dari PRINT’11 di Malaysia dan hanya 3 hari dengan diselingi hujan setiap harinya. 

    KEGIATAN KEMNAS 2 YANG PADAT NAMUN MENYENANGKAN
    Kamis siang 12 Januari 2012 selepas upacara pembukaan, mobil-mobil tronton dan bus dari Mako Brimob berbaris rapi di Bumi Perkemahan Cibubur siap mengantarkan penggalang SD menuju Markas Komando Brigade Mobil Kelapa Dua Depok. Sementara di sisi lain tronton TNI AL juga siap mengantar penggalang SMP dan penegak SMA ke Pangkalan Udara Militer Lanud Halim Perdana Kusuma. Pengalaman yang luar biasa bagi para peserta KEMNAS 2 memiliki kesempatan menyaksikan langsung aksi dan peralatan dari sistem  pertahanan dan keamanan negara dari masing-masing satuan. Selain itu di arena KEMNAS 2 juga dilaksanakan latihan menembak bagi penggalang SMP yang ditangani langsung oleh Pindad TNI AD dan Perbakin (Persatuan Menebak Indonesia). Maka dengan demikian seluruh angkatan bersenjata dan kepolisian turut mendukung kegiatan KEMNAS 2 ini.
    Kegiatan yang juga menarik bagi para peserta KEMNAS 2 adalah kegiatan rotasi yang meliputi Outbound, Halang Rintang, Survival Kids dan Teknik Teropong Bintang bagi penggalang SD. Untuk penggalang SMP ada kegiatan Teknologi Roket Air, Airsoft Gun dan SAR Air yang dilakukan dengan menyeberangi danau Situbaru Cibubur menggunakan pelampung. Sedangkan penegak SMA dilatih Panahan, Teknologi Robotik dan SAR Air dengan rakit bambu.
    Kegiatan lomba dilaksanakan keesokan harinya serentak pada Jumat pagi 13 Januari 2012 dengan sangat meriah. Seluruh kontingen mempersiapkan regu terbaiknya untuk terjun membuktikan keberhasilan Pramuka SIT di daerahnya. Kegiatan lomba meliputi semaphore, membuat tandu dan tiang bendera, serta tahfidz juz 30 bagi penggalang SD. Penggalang SMP dilombakan LKBB, membuat menara pandang, masak rimba dan tahfidz juz 29. Penegak SMA berlomba membuat jembatan darurat, khotib dan kultum.
    Selain kegiatan kunjungan dan rotasi, di KEMNAS 2 Pramuka SIT juga dihibur dengan Konser Nasyid dari Justice Voice dan Muadz Dzulkifli dari Malaysia dan ditutup dengan nonton bareng film Pramuka ”Lima Elang” di malam pertama perkemahan yang disupport langsung oleh Kwarnas dan produser filmnya. Dimalam kedua perkemahan diselenggarakan Qiyamullail nasional, dan dimalam ketiga ada kegiatan pentas seni budaya di masing-masing kelurahan. Dimalam terakhir disuguhkan nasyid-nasyid penyemangat dalam Konser Kemanusiaan bertajuk “Untuk Pendidikan Palestina yang Lebih Baik” yang dimeriahkan oleh Thumb Band berkolaborasi dengan Izzatul Islam, Izzatul Islam, Ruhul Jadid dan Shoutul Harokah dengan Ka Faris JV sebagai MC. Pada malam itu terkumpul sumbangan sebanyak Rp. 20 juta dari Pramuka SIT untuk pendidikan Palestina.  

    KEMNAS MENGAJARKAN KAMI
    Keragaman kami temukan di KEMNAS 2 Pramuka SIT. Bukan teori dibuku, bukan cerita dari bapak atau ibu guru tapi kami rasakan langsung. Di KEMNAS bisa ditemukan tetangga kemah, kanan dari pulau Kalimantan, kiri dari pulau Sumatra, depan pulau Sulawesi, belakang pulau Jawa. Interaksi langsung dengan teman-teman dari seluruh Indonesia bahkan dari Malaysia dan Thailand menjadi pengalaman berharga yang boleh jadi jarang ditemukan. KEMNAS mengajarkan kami tentang KEBERAGAMAN.
    Setiap hari kemah diguyur hujan. Basah, dingin, becek dan kotor ditengah lelah setelah mengikuti kegiatan yang padat merupakan bagian dari kegiatan kemah kami. Bukan saatnya mengeluh, bukan saatnya manja, dan bukan saatnya lebay. Tapi inilah saatnya belajar, belajar banyak hal dalam kehidupan. KEMNAS mengajarkan kami tentang KETANGGUHAN.
    Lomba-lomba yang kami ikuti adalah bentuk belajar kami berkompetisi (fastabiqul khairat). Kalah dan menang adalah hal biasa dalam setiap perlombaan asalkan sportifitas dan fair play tetap dijunjung tinggi. Sebagaimana salah satu dari 18 karakter bangsa, KEMNAS mengajarkan kami tentang MENGHARGAI PRESTASI.
    Jadwal kegiatan yang padat menuntut kami untuk dapat mengatur waktu sedemikian rupa sehingga seimbang antara aktifitas dan waktu istirahat. Selalu bersama dalam regu memupuk kekompakan dan kebersamaan kami. Memasak menumbuhkan kemandirian kami. Dengan bersama kami mengatur agar semuanya berjalan dengan baik. KEMNAS mengajarkan kami tentang KEDISIPLINAN.
    Malam terakhir dikemah kami disuguhkan sebuah konser penyemangat dan pengingat bagi saudara-saudara kami di Palestina. KEMNAS mengajarkan kami tentang    KEMANUSIAAN.
    Masih banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang kami dapatkan melalui KEMNAS. Saatnya pelajaran ini berusaha kami aplikasikan dimanapun kami berada. Sampai jumpa di KEMNAS 3 Pramuka SIT tahun 2014.
    Salam Pramuka…!!!

    Tim Media Pasukan Inti Terpadu
    Pramuka SIT Thariq Bin Ziyad
    Gugus Depan 06.215-06.216






    share on:
    facebook

    PRINT '11 & WISATA IPTEK (part 2) - habis

  • Friday, December 30, 2011
  • PRAMUKA TBZ

  • SUASANA PERKEMAHAN

    Hutan Lipur Ulu Bendul adalah salah satu dari sekian banyak hutan wisata yang terdapat di Malaysia. Terletak ±60 Km dari Kuala Lumpur, Hutan Lipur Ulu Bendul memiliki berbagai fasilitas menarik diantaranya adalah Taman Ular Sawa, Taman Herba, Kolam Renang, Tapak Perkemahan, Arena Outbound, Wisata belanja dan kuliner, Hutan Lindung Angsi dan Gunung Angsi setinggi 825 mdpl. Lokasi tapak kemah kami terletak ditengah-tengah kawasan Hutan Lipur Ulu Bendul dengan tanah bercampur pasir putih yang jika hujan air segera meresap kedalam tanah dan tidak terlalu becek. Tujuh regu putra dan enam regu putri bergegas mendirikan tenda sesaat setelah urusetia memberikan sekitar 15 buah tenda untuk kemah kami selama 4 hari disana. Yang jadi tantangan saat berkemah adalah hujan yang menerpa kemah dan kegiatan kami setiap hari siang dan malam. Matahari tak kuasa menembus nakalnya awan dan tetesan air hujan yang sepanjang hari menghalangi, sehingga basah dan angin sejuk merupakan teman kami sehari-hari. Namun berbagai jenis kegiatan yang digelar oleh urusetia tetap kami ikuti. Mulai dari Senam Nusantara yang dengan luar biasa dipandu oleh kontingen dari Indonesia, pendakian gunung Angsi, menyaksikan Basic Self Defence (BaSeD) dan memperagakan bela diri dasar Pramuka SIT, menyaksikan Succes Story KRS Musleh dan mengenalkan Pramuka SIT, agenda internal (hiking, outbound, mengunjungi taman ular), menjadi pengisi kultum maghrib dan kuliah shubuh, serta menampilkan nasyid dalam malam pentas seni budaya. Bahkan tim nasyid Print Voice (kontingen Pramuka SIT Indonesia) yang tidak lebih dari sepekan dibentuk dan dilatih mendapatkan apresiasi dan penghargaan sebagai penghibur terbaik dalam kegiatan perkemahan kali ini.

    BERTUKAR ATRIBUT, KIASAN SEBUAH PERSAUDARAAN

    Upacara penutupan baru saja usai. Kak Sukro selaku Mabinas SAKO Pramuka SIT memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan, memberikan semangat kepada seluruh peserta sekaligus mengundang KRS Malaysia dan Luk Sua Thailand untuk hadir dalam Perkemahan Ukhuwah Nasional (KEMNAS) ke-2 yang akan digelar Januari 2012 di Cibubur.
    Sebuah pemandangan unik usai acara penutupan dan bersalam-salaman berlangsung adalah cengkrama peserta dari tiga negara (Indonesia, Malaysia dan Thailand) saling bertukar atribut masing-masing. Baret, topi, pin, kacu, ring kacu, epaulette, bahkan ikat pinggang dan atribut lain kini sudah berpindah tempat dan pemilik. Keikhlasan mereka memberi apa yang saudaranya minta menjadi kiasan persaudaraan diantara mereka. Subhanallah…

    ANTARA PRAMUKA SIT INDONESIA, KRS MUSLEH MALAYSIA DAN LUK SUA THAILAND

    Pramuka SIT Indonesia merupakan Satuan Komunitas pertama di Indonesia yang meleburkan diri ke dalam wadah besar Gerakan Pramuka sebagai organisasi resmi kepanduan di Indonesia dan mengikuti seluruh aturan yang ada dalam Gerakan Pramuka. KRS (Kadet Remaja Sekolah) Musleh adalah bagian dari wadah besar KRS (Kadet Remaja Sekolah) Malaysia sebagai organisasi pemuda sejenis scout/pandu dibawah naungan pemerintah Malaysia. Luk Sua Thailand adalah organisasi resmi kepanduan Thailand yang juga merupakan anggota WOSM (World Organizatioan of the Scout Movement) seperti Gerakan Pramuka. Ketiga elemen ini bergabung dalam sebuah perkemahan diantaranya adalah atas dasar kesamaan fikroh keIslaman.
    Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, Pertubuhan IKRAM-MUSLEH Malaysia dan Jaringan Sekolah Bestari Thailand merupakan lembaga ber-genre sejenis yang seiring sejalan menanamkan dan menumbuhkan Syakhsiyah Islamiyah kepada pemuda-pemuda Islam. Ketiganya memiliki pemuda-pemuda tangguh dalam scout-nya masing-masing. Dan itu sudah dibuktikan dalam PRINT ’11. Kegiatan serupa akan terus berlanjut baik di Indonesia, Malaysia maupun Thailand.

    WISATA IPTEK YANG MENYENANGKAN

    Hari-hari terakhir kami di Malaysia adalah berwisata. Pengalaman yang sungguh luar biasa dan menyenangkan. Bas Persiaran yang nyaman, bilik hotel yang comfort, makanan yang enak dan pemandangan yang indah menjadi pelengkap pengembaraan kami di negeri jiran. Ilmu pengetahuan juga menjadi lebih mendalam dengan kunjungan kami ke Petrosains yang berada didalam menara kembar Petronas, pusat pemerintahan Malaysia di Putrajaya, Pusat Sains Negara  dan diakhiri dengan naik SkyWay (kereta gantung) di Genting Highlands yang merupakan SkyWay terpanjang di asia tenggara, walaupun antrinya juga panjaaaang.

    BERPISAH UNTUK BERTEMU KEMBALI

    Rangkaian PRINT ’11 dan Wisata Iptek telah berakhir. Ditutup dengan malam perpisahan di Genting View Resort. Perpisahan yang akan mempertemukan dan mempererat kembali ukhuwah kami, merapatkan barisan di KEMNAS 2 InsyaAllah. Karena kami berazzam bahwa …
    Kami generasi muda yang gigih
    Bertekad kuat membangun negeri
    Agar Indonesia membumbung tinggi
    Harum semerbak seantero bumi
    Pramuka SIT Indonesia
    Dengan Islam kami terus melangkah
    Pramuka SIT Indonesia
    Dengan takwa kami meraih cita
    Tangguh, tangkas, teguh di dalam jiwa
    Pramuka SIT Indonesia

    Tim Media
    Pramuka SMPIT Thariq Bin Ziyad
    http://pramukatbz.blogspot.com

    PRINT '11 & WISATA IPTEK (part 1)

  • PRAMUKA TBZ

  • GLADIAN NASIONAL PRAMUKA SIT

    Pramuka S.I.T
    prok prok prok INDONESIA
    prok prok prok BERSIAP
    prok prok prok SIAGALAH
    prok prok prok JAYALAH

    Demikian gemuruh tepuk Pramuka SIT yang dikomando langsung oleh Kak Fikri selaku Pimpinan Satuan Komunitas (PINSAKO) Pramuka SIT Nasional mensemangati peserta Gladian Nasional ke-2 Pramuka SIT di Pusdiklatnas Cibubur. Gladian kali ini diselenggarakan dalam rangka persiapan Perkemahan International 2011 (PRINT’11) yang digelar di Hutan Lipur Ulu Bendul Kuala Pilah, Negeri Sembilan, Malaysia. Pramuka SIT dari seluruh Indonesia berkumpul merekatkan ukhuwah dengan mengusung tema “Tingkatkan Wawasan Bentuk Kepribadian” menerima berbagai macam materi kePramukaan, antara lain : Wawasan Pramuka SIT, PBB, Beladiri Pramuka SIT, materi Leadership, Seni dan Aksi KePramukaan dan kegiatan menarik lainnya. Salah satu kegiatan yang menarik adalah belajar nasyid Mars Pramuka SIT yang dilatih langsung oleh Kak Faris sebagai vokalis pelantun Mars Pramuka SIT bersama tim nasyidnya Justice Voice yang baru akan di launching pada saat Perkemahan Ukhuwah Nasional (KEMNAS) ke-2 Januari 2012. Kekompakan dan kebersamaan demikian terasa ketika bersama-sama mengumandangkan Mars Pramuka SIT dengan teman-teman seluruh Indonesia.

    PEMBERANGKATAN KE MALAYSIA

    Pukul 05.10 WIB mobil Isuzu Elf yang berisi 8 orang peserta putra (Riva, Reza, Ezza, Kiki, Ulhaq, Ozan, Galang, Alil) dan 4 orang peserta putri (Mentari, Muthia, Aul, Hani) didampingi 1 orang Pembina (Kak Adi) meluncur menuju Bandara Soekarno Hatta diiringi gerimis pagi yang sejuk. Tidak lebih dari satu jam kami sampai di Soeta mengawali perjalanan menggali pengalaman di negeri jiran Malaysia. Pukul 14.40 (waktu Malaysia) kami tiba di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan langsung diantar Bas Persiaran ke Sekolah Menengah Teknik Tuanku Ja’afar untuk beristirahat di asramanya. 

    SHOLAT SHUBUH PERTAMA YANG LUCU

    Pukul 04.30 kami sudah dibangunkan untuk persiapan Sholat Shubuh. Jam menunjukan pukul 05.15 ketika iqamat dikumandangkan disambut takbir sang imam. Tak ada yang aneh dan dan janggal dalam Shubuh kala itu. Selesai sholat dan berdzikir kami kembali ke asrama untuk persiapan pemberangkatan ke tempat perkemahan. Baru saja tiba duduk dan berbincang ringan dengan teman-teman di dalam asrama tiba-tiba berkumandang suara adzan lengkap dengan kalimat “Asholatu khairumminannaum…”, sementara jam menunjukan pukul 06.00 (kurang sedikit). Spontan kami kembali bangkit memotong perbincangan sambil saling memandang dengan raut wajah yang hampir sama heran dan bergegas kembali ke Surau menyadari kalau sholat Shubuh yang barusan dilakukan ternyata belum masuk waktunya. Perbedaan waktu Indonesia Malaysia terpaut 1 jam sehingga matahari baru mulai bertugas bersinar di Malaysia sekitar pukul 07.00. Jadilah sholat Shubuh pertama di Malaysia menjadi cerita lucu, unik dan jadi trending topic kami pagi itu.

    LUK SUA THAILAND MENYAMBUT PRAMUKA SIT

    Kumandang Mars Pramuka SIT menyambut kedatangan kami di Hutan Lipur Ulu Bendul disertai ucapan selamat datang melalui pengeras suara oleh urusetia. Sejenak kami tiba dan menghela nafas sesaat munculah pemuda-pemuda berseragam crem yang sebagian besarnya berbaret ungu sebagiannya lagi menggunakan tutup kepala layaknya veteran RI. Mereka adalah Luk Sua Thailand yang dengan hangatnya menyambut kehadiran kami. Walau masih canggung berkomunikasi dengan berbagai macam bahasa (Indonesia, Melayu, Thailand/Siam, Inggris termasuk bahasa isyarat) tapi pancaran ikatan persaudaraan Islam yang telah kami rasakan mengotomatisasi jiwa dan raga ini untuk berjabat erat. Bersalaman dan berfoto bersama menjadi momen pertama yang kami lakukan antara Pramuka SIT Indonesia dengan Luk Sua Thailand.

    to be continue...


    Kamus :
    Bas Pesiaran : Bus Pariwisata
    Surau : Musholla
    Urusetia : Panitia
    Luk Sua : Pandu Thailand (Pramuka-nya Thailand)

    Semarak 50 Tahun Gerakan Pramuka di TBZ

  • Friday, August 26, 2011
  • PRAMUKA TBZ
  • Sayuuuurrr… Sayur… !!! Sayuuuurrr… Sayur… !!!. Demikian riuh iring-iringan peserta Jambore Nasional bersorak sorai berirama sambil membawa gendang dan alat musik seadanya seperti membangunkan orang sahur dikala bulan Ramadhan. Wajah ceria terpancar, namun … tiba-tiba mie instan yang masih terbungkus rapi beterbangan dilempar dan dihambur-hamburkan oleh iring-iringan tersebut. Selidik punya selidik ternyata iring-iringan tersebut adalah demo sebagian peserta JAMNAS IX yang kecewa terhadap pelayanan natura (bahan makanan), air dan MCK yang sangat memprihatinkan dari panitia.
    Tak ada gading yang tak retak. Demikianlah pelajaran yang kami ambil dari kejadian di arena JAMNAS IX siang itu. Kemegahan kegiatan Jambore Nasional IX yang digelar di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan tetap memiliki kekurangan di tengah-tengah banyak kegiatan lain yang juga menyenangkan.

    Kami satu regu berjumlah 8 orang (Ezza -Pinru JamNas-, Kidut, Riva, Reza, Kiki, Maman, Kiting, dan NF) kurang lebih 9 hari mewakili Pasukan Inti Terpadu (PINTER) Pramuka SMPIT Thariq Bin Ziyad Gugus Depan 06.215-06.216 menyelami dan mengalami atmosfer kegiatan JAMNAS IX di OKI, Sumatera Selatan. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang kami petik dari kegiatan tersebut. Sebuah event Pramuka tingkat nasional yang beruntung dapat kami temui di usia penggalang, karena agenda JAMNAS diselenggarakan 5 tahun sekali. Berbagai kegiatan pun banyak memberi inspirasi buat kami, mulai dari mengikuti upacara pembukaan yang langsung diresmikan dan dibuka oleh Presiden RI, kegiatan pioneering (membuat menara pandang, jembatan dan tiang bendera), kampung budaya dari seluruh provinsi, kampung teknologi, JAMNAS Expo dan pasar rakyat, outbound, panggung seni budaya, perkemahan, dan banyak kegiatan lainnya yang membuat kami makin tertarik dengan kegiatan-kegiatan ke-Pramuka-an. Tidak berlebihan rasanya jika kami menilai bahwasanya kegiatan pembentukan karakter yang sangat cocok bagi kami adalah Pramuka. Kegiatan kami pun terasa lengkap karena kakak Pembina mengajak kami city tour ke Palembang. Jadilah kami mengenal salah satu wilayah Indonesia yang sebelumnya hanya kami temui di pelajaran IPS. Seharian penuh kami kunjungi berbagai tempat menarik di Palembang terutama Jembatan Ampera dan sungai Musi yang kesohor itu. Selain itu kami juga mengunjungi Masjid dan Museum Sultan Badaruddin II, Monumen Perjuangan Rakyat, Benteng Kuto Besak dan Pulau Kemaro yang terletak ditengah sungai Musi yang dicapai dengan setengah jam menggunakan perahu menyusuri sungai Musi.

    Banyak sekali kisah menarik yang kami temui saat mengikuti Jambore Nasional IX yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Teluk Gelam tanggal 2 – 9 Juli 2011 yang lalu itu. Tak cukup rasanya jika kami tuangkan hanya dalam satu halaman saja. Oleh karenanya kami sangat berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah mendukung dan memberi kepercayaan kepada kami untuk mengikuti kegiatan tersebut. Karena di tengah semarak 50 tahun Gerakan Pramuka banyak sekali rangkaian kegiatan yang membuat kami PINTER Pramuka TBZ terasa lebih lengkap menjadi Pramuka sejati. Mulai dari mengikuti Jambore Nasional, upacara peringatan 50 tahun Gerakan Pramuka di sekolah yang sederhana namun lengkap karena beberapa dari kami disematkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) dan Bintang Satya oleh Kakak Pembina, buka puasa bersama, nonton bareng film “5 Elang” bersama teman-teman Pramuka se-Bekasi, hingga mendapatkan hadiah spesial yaitu sebuah sanggar Pramuka yang selama ini kami idam-idamkan.


    Kak Adi, Kakak Pembina kami sebenarnya menawarkan kami untuk mengalami petualangan yang lebih besar, seru dan dahsyat yaitu mengikuti Jambore Dunia di Swedia. Namun tak satupun dari kami yang benar-benar siap 100% secara fisik, mental dan finansial. Itu artinya kami masih perlu menggali lebih banyak ilmu dan pengalaman agar dapat menerima tantangan kapanpun dan dimanapun untuk membentuk karakter yang lebih tangguh sehingga kami dapat syiarkan kepada dunia bahwa “I AM A MUSLIM and I AM A SCOUT”.
    Salam Pramuka …!!!

    PINTER PRAMUKA SIT

  • Friday, May 20, 2011
  • PRAMUKA TBZ
  • PASUKAN INTI TERPADU PRAMUKA SIT 
      

    Merintis dan melahirkan sebuah entitas baru bukanlah pekerjaan mudah. Awal tahun 2010 SMPIT memutuskan untuk melahirkan sebuah entitas baru bernama PRAMUKA SIT SMPIT Thariq Bin Ziyad. PRAMUKA SIT sendiri merupakan metamorfosa dari Pandu SIT yang pada Juli 2008 memutuskan bergabung dan melebur bersama dalam ruang gerak yang lebih luas yakni Gerakan Pramuka (GP) Indonesia.

     
     Latar belakang Pandu SIT bergabung dengan Gerakan PRAMUKA antara lain adalah :
    1.       Tujuan Gerakan Pramuka sejalan dengan Pandu SIT.
    2.       Para tokoh da’wah telah memberikan pandangan akan urgensinya Pandu SIT bermusyarakah dengan Gerakan Pramuka.
    3.       Sabda Rasulullah SAW : ”Dimana kalian menemukan hikmah maka kalian lebih berhak atasnya”. Maka filosofi Gerakan Pramuka ibarat hikmah yang kita temukan.
    4.       Perlu memperluas ruang gerak amal sholeh dan berbuat ihsan.
    5.       Kegiatan Kepanduan dalam wadah Gerakan Pramuka tidak akan menghilangkan kekhasan/jati diri SIT.
    6.       Siswa-siswi SIT mempunyai peluang besar untuk berkompetisi dengan siswa-siswi di sekolah lain.
    7.       Menunjukan kepada semua warga sekolah (siswa, guru dan orang tua dan ummat Islam pada umumnya bahwa dalam Islam ada sesuatu yang bersifat Tsawabit (tetap) dan Mutaghayyirat (berubah).
    8.       Legalitas formal wadah kegiatan kepanduan diatur dalam undang-undang atau peraturan yang berlaku.

    PRAMUKA SMPIT Thariq Bin Ziyad mengawali debut ke-PRAMUKA-annya dengan ikut serta dalam event internasional berskala regional (Asia Tenggara) yakni dalam Perkemahan International 2009 (PRINT ’09) yang diselenggarakan di Selangor Malaysia pada bulan Desember 2009. Itulah yang menjadi simpul pangkal dimulainya tunas PRAMUKA SMPIT Thariq Bin Ziyad. Maka di tahun ajaran 2010/2011 PRAMUKA SMPIT Thariq Bin Ziyad resmi lahir sebagai entitas baru yang juga merupakan salah satu wadah pendidikan karakter yang saat ini sedang didengung-dengungkan. Dan kegiatan perdana yang dijadikan sarana untuk memperkokoh, memperkuat, memotivasi dan menumbuhkan kepercayaan diri para peserta didik adalah dengan mengikutsertakan mereka dalam Perkemahan Wilayah Ukhuwah (KemWil) V yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Rama Sinta Candi Prambanan, Yogyakarta pada bulan Juni 2010. Event ini menjadi awal yang baik sebagai starting point dalam usaha merintis PRAMUKA SMPIT Thariq Bin Ziyad.
    Namun sebelum pembinaaan PRAMUKA terfokus pada peseta didik, terlebih dahulu harus dilahirkan Pembina PRAMUKA yang mengerti apa itu PRAMUKA SIT. Oleh karena hal itu merupakan salah satu pilar penting dalam membina PRAMUKA maka pada bulan Mei 2010 SMPIT Thariq Bin Ziyad mengirimkan Pembina PRAMUKAnya untuk membekali diri di candradimuka Pusat Pendidikan dan Latihan PRAMUKA Nasional (PUSDIKLATNAS) dalam Kursus Mahir Dasar (KMD) Pembina PRAMUKA Tingkat Nasional bersama para Pembina PRAMUKA SIT dari seluruh Indonesia yang dilaksanakan selama 7 hari 7 malam (3 hari di kelas, 4 hari berkemah). Pasca KMD, Pembina PRAMUKA harus melaksanakan Narakarya I yakni aktif mengabdikan dirinya membina peserta didik PRAMUKA minimal selama 6 bulan sebagai salah satu prasyarat untuk dapat mengikuti Kursus Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Pembina PRAMUKA. Berbeda dengan KMD, KML dilaksanakan dengan berkemah selama 7 hari 7 malam. Di KML inilah pendidikan tertinggi bagi para Pembina PRAMUKA untuk selanjutnya melaksanakan Narakarya II yakni mencetak para PRAMUKA yang bukan hanya memiliki ketrampilan dan teknik kePRAMUKAan namun juga memiliki watak dan karakter sesuai dengan tujuan PRAMUKA. Dan Alhamdulillah Pembina PRAMUKA SMPIT Thariq Bin Ziyad telah pula mengikuti dan mengantongi sertifikat Kursus Mahir Lanjutan (KML) Pembina PRAMUKA Tingkat Nasional dari PUSDIKLATNAS.
    Narakarya II melahirkan segudang tugas dan PR bagi Pembina PRAMUKA SMPIT Thariq Bin Ziyad. Mulai dari membentuk Pasukan Inti Terpadu (PINTER) PRAMUKA SIT sampai membangun Gugus Depan lengkap di lingkungan LPIT Thariq Bin Ziyad yang terdiri dari Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. Oleh karena itu peran serta aktif Pembina PRAMUKA dari unit SDIT hingga SMAIT Thariq Bin Ziyad sangat diharapkan untuk memulai langkah dan gerak bersama mempersiapkan para prajurit dakwah yang akan menyebarkan fikroh keIslaman lewat Gerakan Pramuka. Dan prajurit dakwah PRAMUKA SIT itu akan berkumpul dalam Perkemahan Ukhuwah Tingkat Nasional (KemNas) 2011 yang akan diselenggarakan bulan Oktober mendatang.
    Sampai Jumpa di KemNas 2011. 
    SALAM PRAMUKA …!!!

    PERSAMI MENGAJARKAN KAMI TENTANG KERENDAHAN HATI DAN PERSAUDARAAN

  • Monday, May 16, 2011
  • PRAMUKA TBZ

  • Pukul 17.30 WIB hujan turun dengan derasnya di Gunung Bunder. Mengguyur, membasahi dan membanjiri area kemah kami. Seakan menyapa ketangguhan Pasukan Inti Terpadu (PINTER) Pramuka SMPIT Thariq Bin Ziyad. Padahal belum kering keringat kami semenjak turun dari Truk Tronton dan harus mendaki jalan terjal berbatu untuk sampai lokasi kemah. Bendera Merah Putih pun sudah menunggu untuk segera dikibarkan dalam upacara pembukaan PERSAMI sore itu sebelum hilang lelah kami mendirikan tenda dan gapura. Kesombongan manusia tiada banding dengan kebesaran Allah yang telah menyapa kami dengan siraman rahmatNya sehingga sampai pukul 20.00 WIB hujan masih belum reda dan menguji ketahanan fisik kami. Hujan deras sore hingga malam itu telah mengajarkan kami tentang kerendahan hati.







      

     Ditengah hujan yang mengguyur sayup-sayup terdengar lantunan muroja’ah Al-Qur’an. Suara tetesan hujan dan petir yang menyambar bersinergi membentuk orchestra keSHOLEHan sahut-menyahut seirama dengan ayat-ayat yang mengalir dari lisan anggota PINTER. Dan semua dilakukan tanpa instruksi dari kakak Pembina. Sholeh dan Cerdas tetap menjadi bagian dari kegiatan kami.

    Semua tenda yang kami bangun sore itu porak-poranda akibar banjir. Suasana seperti di kamp pengungsian korban bencana, becek, basah, dingin, gelap, lelah, sementara hujan tak kunjung reda. Sebagian dari kami sibuk membuat parit darurat untuk mengatasi air yang semakin deras mengalir. Sebagian lagi menyelamatkan barang bawaan, tak peduli milik siapa yang penting aman dari air. Kakak Pembina membantu mengatur dan mengevakuasi para anggota PINTER agar tetap aman dan nyaman ditengah kondisi yang sudah kacau balau sambil tetap memberikan motivasi dan semangat ketangguhan. Sebuah pengalaman yang amat berharga tentang ketangguhan. Karena tak ada satupun guru yang membantu dalam kondisi darurat kala itu kecuali kakak Pembina, karena memang demikianlah yang ingin diajarkan kepada kami. Pantang menyerah, tidak mudah mengeluh, saling membantu, saling memberikan semangat, dan masih banyak lagi pelajaran berharga yang kami dapatkan malam itu. Thanks to Allah who give us amazing experience about life.

    Walau lelah kami ingin tetap menghibur teman-teman. Maka jadilah kegiatan api unggun dan haflah tetap kami laksanakan pukul 21.00 WIB setelah hujan benar-benar reda. Lelah tidak membuat semangat kami padam namun tetap berkobar menyala seiring dengan kobaran api unggun yang telah mengusir rasa dingin dan kembali membakar semangat kami. Namun, tubuh tetap harus mendapatkan haknya untuk beristirahat, malam itu sebagian besar dari kami tidur dihantarkan hangatnya sisa-sisa api unggun. Situasi kacau balau yang kami alami serta kegiatan api unggun telah mengajarkan kami tentang persaudaraan.





    Keesokan paginya seluruh agenda yang direncanakan kakak Pembina berjalan dengan baik. Rahmat Allah dengan memberikan cuaca cerah pagi itu mendampingi seluruh aktifitas kami. Air terjun menjadi agenda pertama kami pagi itu selepas Sholat Shubuh berjama’ah dan Ma’tsurat. Walau tidur kami terbatas akibat dingin yang menusuk hingga ke tulang sumsum namun terbayarkan dengan segarnya percikan air terjun. Setelah puas bermain dan mandi di air terjun kami lanjutkan dengan memasak untuk sarapan. Nilai-nilai persaudaraan kembali tertanam manakala kami harus bersama-sama memasak sekaligus untuk satu pasukan karena hanya satu kompor yang dapat menyala sehingga kami rasakan betul indahnya kebersamaan. Agenda selanjutnya adalah pengujian dan pengisian SKU (Syarat Kecakapan Umum). Walaupun kakak Pembina telah bersusah payah memberikan motivasi sebelum pelaksanaan Persami ditambah melengkapi materi dan teknik kePramukaan pada saat Persami walhasil hanya 7 orang putra dan 1 orang putri yang dapat dilantik menjadi Penggalang Ramu pada kegiatan kami kali ini.











    Persami yang dilaksanakan di areal Perkemahan Gerbang Kawah Ratu, Bogor pada tanggal 14-15 Mei 2011 diakhiri dengan upacara penutupan sekaligus pelantikan 8 orang Penggalang Ramu, penyematan TKK (Tanda Kecakapan Khusus) Berkemah kepada seluruh peserta Persami dan beberapa TKK lain kepada anggota PINTER yang telah memenuhi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) serta pelantikan Pratama (Pemimpin Regu Utama), Pinru (Pemimpin Regu) dan Wapinru (Wakil Pemimpin Regu) yang baru.



    Menurut kakak Pembina, Persami ini juga merupakan kegiatan Pra Jambore Nasional 2011 yang akan dilaksanakan di Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan pada tanggal 2 – 9 Juli 2011. Dan InsyaAllah Pasukan Inti Terpadu Pramuka SMPIT Thariq Bin Ziyad akan ikut ambil bagian dalam agenda 5 tahunan Pramuka seluruh Indonesia tersebut. Doakan kami dan nantikan kisah kami selanjutnya di JamNas 2011. Salam Pramuka …!!!

     
    .:[Close]:.
    Photobucket